7 Sikap Ayah yang Sering Buatmu Kesal

7 Sikap Ayah yang Sering Buatmu Kesal
19 Dec
3:52
sikap ayah yang mengesalkan

sikap ayah yang mengesalkan

Menurut Agen Judi Online kata orang, Ayah ialah cinta kesatu masing-masing anak perempuannya. Sosoknya tidak jarang kali menjadi panutan serta lokasi sandaran anak-anaknya saat masalah melanda. Tapi terdapat kalanya anda merasa kesal dengan ayahmu, entah sebab peraturan yang diciptakan beliau atau sebab kalian bertolak belakang pendapat lantas anda merasa tak dimengerti. Membuat hubungan dengan ayahmu kadang jauh dari kata serasi.

Tapi sebetulnya hal apa saja sih yang membuatmu merasa bila ayahmu ini sosok yang tidak cukup asyik. Sampai kadang buatmu mengeluh sambil mencocokkan dengan ayah temanmu. Padahal masing-masing ayah aslinya sama saja, hendak menjaga dan mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya, lagipula kalau anda seorang perempuan, buatnya tanggung jawabnya ke dirimu tersebut lebih besar dari kakak ataupun adik laki-lakimu.

1. Ayah seakan tak memahami bagaimana duniamu. Beliau masih saja melarangmu untuk mengerjakan ini itu
Sebagai anak muda anda pun hendak melakukan urusan yang seru dan menyenangkan, seperti merasakan midnite movie di bioskop atau nonton konser bersama teman-teman. Tapi sayangnya ayahmu susah sekali untuk menyerahkan izin. Membuatmu kecil hati sekaligus kesal dan kadang dengan lantangnya bilang ke ayahmu, bila beliah tak terlampau kolot.

Sementara anda sendiri tak pernah tahu ‘kan apa yang dipikirkan oleh ayahmu ketika melarangmu? Beliau aslinya terlalu cemas dan cuma hendak kamu jauh dari hal-hal yang tidak cukup baik atau merugukan dirimu. Karena memang masing-masing orangtua pasti hendak anak-anaknya tak melulu aman, namun juga dapat menjaga nama baik keluarga.

2. Tak mengizinkanmu kembali malam. Sementara anda merasa telah bukan anak kecil lagi
Entah telah berapa tidak sedikit pesan dan miscall dari ayah yang isinya meminta anda untuk kembali tak terlampau larut. Sementara anda sendiri dengan perasaan risih dan tidak banyak kesal kadang melalaikan permintaan ayahmu itu. Karena anda sendiri ingin dirasakan sudah lumayan dewasa, telah cukup dapat menjaga diri, jadi tak butuh selalu dipantau serta diminta guna tak kembali larut.

Kamu sendiri tak pernah beranggapan soal maksud baik ayahmu mengingatkan guna tak kembali malam. Bukan tak suka anda bergaul dan merasakan masa muda, namun beliau hanya tak hendak ada sesuatu yang buruk menimpamu. Mengingat zaman kini hal-hal yang mencekam semakin tidak jarang terjadi. Kamu pun butuh tahu, ayahmu akan tidak jarang kali setia duduk di ruang depan atau teras guna menunggu anda pulang.

3. Saat anda meminta sesuatu, namun beliau sering berkata, “Nanti dulu,” membuatmu darurat harus menunggu
Kadang dengan mudahnya kamu berasumsi kalau ayah tak benar-benar sayang, melulu karena keinginanmu guna dibelikan laptop tak segera dikabulkan. Apalagi bila kamu mulai bercermin ke teman-temanmu yang entah mengapa terkesan gampang sekali menemukan apa yang diingini. Kenapa ayah tak dapat seperti ayah teman-temanmu yang royal dengan anak-anaknya? Sementara anda tak pernah tahu dalil ayahmu menunda keinginanmu.

Bukannya tak hendak mengabulkan permintaanmu, namun kadang ayahmu hendak mengajarimu berusaha untuk menemukan apa yang anda mau. Seperti membelikanmu laptop bila saja nilai semestermu bagus. Atau terdapat kalanya anda harus memahami kondisi keuangan keluargamu. Ayahmu menunda sebab memang belum terdapat dana guna membelikannya.

4. Kamu juga kadang merasa kesal sendiri, ketika beliau terus bertanya mengenai hal-hal yang sama
Kadang anda gergetan sekali, ketika Ayahmu terus mengulang pertanyaan yang sama. Seperti bertanya soal teknik mengubah poto profil FB atau soal kegiatanmu di akhir pekan nanti. Kamu merasa ayahmu laksana orang yang agak bebal, dan terkesan inginkan tahu saja. Padahal ayahmu cuma hendak menciptakan kebersamaan denganmu. Coba dikenang kembali, bukankah sewaktu kecil dulu anda kerap menanyakan ini tersebut pada Ayahmu. Dan beliau tidak jarang kali sabar membalas semua rasa hendak tahumu.

5. Sikap keras ayahmu pun kerap membuatmu kesal. Beliau seakan dingin dan enggan tahu
Tanggung jawabnya sebagai tulang punggung family yang menciptakan sikap ayah terkesan lebih keras dari ibu. Kadang anda merasa bila beliau tak pernah inginkan tahu apa yang diingin atau terjadi padamu. Karena seringkali ibu yang lebih tidak jarang turun tangan bertanya atau membantumu.

Tapi sebelum kamu beranggapan negatif, laksana memandangnya tak sayang denganmu. Kamu butuh tahu destinasi dia bersikap tidak banyak lebih keras, lagipula kalau bukan guna mendidikmu jadi individu yang tak manja. Dia hendak kamu berdikari dan tegas dalam menghadapi segala persoalan. Kamu sendiri tak pernah tahu ‘kan bila ayah sama laksana ibu yang diam-diam tidak jarang kali mendoakanmu.

6. Saat sikap ayahmu yang terlampau kaku, buatmu kadang iri dengan teman-temanmu yang punya ayah lebih luwes dan asyik
Kebersamaan ayah dan anak memang seru guna diperbincangkan. Tapi anda sendiri kadang merasa berjarak dengan ayahmu. Buatmu ayah terlampau kaku, tak laksana ayah teman-temanmu yang entah mengapa terlihat lebih gampang mengungkapkan rasa sayangnya, laksana merangkul punggung atau mengelus kepala anaknya tanpa rasa canggung.

Padahal masing-masing orangtua punya teknik tersendiri guna mengekspresikan perhatiannya. Termasuk ayahmu yang sepertinya kaku, namun aslinya beliau malah memperhatikan seluruh tentangmu dengan sangan detail. Kamu tak tahu ‘kan bila ayahmu tidak jarang kali bertanya kabarmu ke ibu. Kadang ayah pun yang meminta ibumu bertanya apa yang dirimu butuhkan

7. Saat anda memperkenalkan pacarmu, ayah yang ingin diam bukannya tak suka, namun ada rasa beda yang tak bakal pernah dapat kamu mengerti
Mengenalkan pacar ke family jadi di antara momen mendebarkan. Tapi yang jelas kamu bercita-cita keluargamu dapat menerima dan ramah dengan pacarmu ini. Terlebih sikap ayah yang entah mengapa buatmu terdapat kunci dari semuanya. Tapi sayangnya sikap ayahmu ternyata tak cocok harapanmu. Beliau terkesan dingin, sebab lebih tidak sedikit diam. Membuatmu beranggapan kalau ayah tak suka dan kalian tak direstui.

Padahal ayahmu sendiri tengah berbaikan dengan perasaannya. Ada rasa-rasa tenang sebab akhirnya terdapat orang yang dapat dipercaya menjagamu, namun ada rasa sedih bila kamu akhirnya bakal menjadi milik pria lain. Kamu jelas tak butuh kesal, sebab di balik hal-hal yang menyebalkan itu, terdapat kasih sayang, kepedulian dan perhatian yang melimpah.

«

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *